Setelah melahirkan, seorang ibu bisa jadi mudah menangis bahkan ada yang sampai membenci bayinya. Hal itu terjadi karena ibu mengalami baby blues. Apa penyebabnya? Bagaimana cara mengatasinya?
Memiliki seorang bayi memang menyenangkan tetapi yang mungkin beberapa wanita belum sadari adalah hal tersebut juga melelahkan. Setelah melahirkan ibu tentu sangat bahagia mendapatkan seorang bayi dan merasa semakin dicintai oleh pasangan. Namun di lain sisi tanpa sadar, Anda jadi mudah menangis bahkan sampai stres oleh hal-hal yang biasanya tidak menggangu Anda.
Stres dan perasaan sensitif itu dapat menyebabkan Anda kelelahan, susah tidur, atau cemas. Selera makan juga bisa meningkat atau menurun. Stres tersebut dapat makin menjadi-jadi ketika Anda memendam kekhawatiran apakah bisa menjadi ibu yang baik, cukupkah ASI yang didapat bayi, kenapa bayi menangis terus, dan lain sebagainya.
Seluruh perasaan gelisah di atas disebut dengan ‘baby blues’. Perasaan gelisah setelah melahirkan adalah hal yang normal terjadi pada minggu awal setelah melahirkan.
Penyebab & Cara Penanganannya
Setelah melahirkan, tubuh Anda akan berubah dengan cepat. Tingkat hormon berkurang, ASI muncul, payudara akan membesar, dan Anda akan merasa lelah. Masalah fisik seperti ini adalah salah satu faktor munculnya rasa gelisah tersebut.
Kurang tidur juga dapat memperburuk kondisi ini, jadi istirahatlah yang cukup. Selain itu faktor emosional juga mempengaruhi gejala ini. Karena Anda tiba-tiba akan mendapatkan tanggung jawab baru, seperti mencemaskan kondisi bayi Anda dan masa transisi Anda menjadi seorang Ibu. Tetapi kabar baiknya adalah perasaan ini bukanlah penyakit, dan akan menghilang dengan sendirinya. Dukungan dari keluarga dan teman akan sangat membantu.
Ketika perasaan sedih atau gelisah itu mulai mengganggu, cobalah bicara pada orang yang Anda percaya. Suami atau ibu Anda misalnya. Teman yang juga sudah pernah melahirkan pun dapat jadi orang yang Anda ajak berbagi. Biasanya mereka lebih paham dan mampu menenangkan kegelisahan tersebut.
Ketika Orang Terdekat Merasakan Baby Blues
Tidak hanya Anda, namun rekan kerja, sahabat, dan keluarga dekat Anda juga dapat mengalami baby blues. Rasa lelah, tidak yakin pada diri sendiri dapat menjadi beban bagi mereka karena belum pernah mengalami hal ini sebelumnya.
Ketika mereka sedang mengalaminya, cobalah Anda yakinkan pada sang ibu bahwa ia bukan satu-satunya wanita yang mengalami baby blues. Cukup dengan Anda mendengarkan keluh kesahnya, dan juga berikan semangat kepadanya. Lalu katakan padanya bahwa ia sudah melakukan semuanya dengan baik. Berikan perhatian padanya dengan menerima pesan singkat darinya, membuat makan malam untuknya, serta bantu dia membuat jadwal dan daftar prioritas tentang mana hal-hal yang harus ia selesaikan dan mana yang bisa ditunda dahulu.
Baby Blues atau Depresi Pasca Melahirkan
Orang-orang kadang keliru membedakan antara baby blues dengan depresi pasca melahirkan karena dua hal tersebut memiliki gejala yang sama. Jadi dari mana Anda tahu apakah yang Anda alami ini baby blues atau depresi?
Di minggu-minggu pertama, ibu sudah pasti akan mengalami emosi yang naik turun. Ibu bisa saja merasa bahagia, namun dengan cepat perasaan senang itu berubah menjadi tangisan.
Kalau perasaan gelisah dan emosi yang naik-turun itu terus terjadi selama lebih dari tiga minggu pasca melahirkan, ibu sebaiknya menghubungi dokter atau bidan dan meminta bantuan tenaga profesional. Jika ibu memiliki sejarah depresi dan dalam riwayat keluarga terdapat sejarah masalah tersebut, maka Anda kemungkinan besar akan mengalaminya.
TRIK AGAR PEREMPUAN PUNYA PENGHASILAN DARI RUMAH, KUNJUNGI DI SINI
MAU BELANJA APA SAJA, LENGKAP , AMAN DAN MURAH... KLIK DI SINI
ARTIKEL YANG MENGUPAS TUNTAS PERMASALAHAN SERTA SOLUSI SEPUTAR KESEHATAN, PENDIDIKAN DAN POLA ASUH ANAK SERTA TENTANG IBU
Tampilkan postingan dengan label IBU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IBU. Tampilkan semua postingan
Rabu, 22 Februari 2012
Selasa, 01 Maret 2011
Apa KB atau Kontrasepsi Yang Cocok Untuk Saya?
| |
| Kontrasepsi adalah suatu cara atau alat yang digunakan untuk mencegah kehamilan. Biasanya wanita menggunakan kontrasepsi untuk menunda kehamilan pertamanya dahulu atau menjarangkan kelahiran dengan anak berikutnya. Ada beberapa metode kontrasepsi yang tersedia, dan dalam memilih apa metode yang cocok untuk anda itu tergantung dari beberapa factor seperti berapa usia anda, riwayat kesehatan anda, berapa lama anda akan menunda kehamilan anda ini, bagaimana tanggapan suami anda, dan bagaimana pemikiran dan kepercayaan anda sendiri terhadap kontrasepsi ini. Tapi dari semua factor diatas yang terpenting adalah apakah anda merasa aman dan nyaman dengan pilihan anda juga pasangan anda. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter anda lebih dahulu bila anda masih tidak yakin dengan pilihan anda. Ada beberapa metode dari kontrasepsi / KB yang tersedia dan tidak setiap wanita mempunyai kecocokan yang sama. Jadi dalam memilih kontrasepsi apa yang akan cocok untuk anda, sebaiknya anda mengetahui keuntungan dan kelemahan dari masing-masing metode yang ada, dan berdiskusilah dengan pasangan anda karena yang terpenting adalah anda dan pasangan merasa aman dan nyaman dengan pilihan kontrasepsi anda berdua. Bila anda masih ragu jangan pernah malu untuk bertanya dan berkonsultasi dengan dokter anda untuk memilih jenis metode kontrasepsi apa yang terbaik untuk anda. © Dr.Suririnah-www.InfoIbu.com |
Langganan:
Postingan (Atom)
