Tampilkan postingan dengan label PROBLEMA ANAK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PROBLEMA ANAK. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 November 2015

10 Hal yang Harus Kita Lakukan Jika Memberikan Smartphone Pada Anak

Tips jika anak memakai smartphone
Sebagai orang tua kita memang diberikan pilihan sulit di jaman modern serba gadget ini, jika anak tidak kita berikan smartphone pasti akan marah dan merasa ketinggalan, di lain sisi itu sangat membahayakan masa depan anak, maka saya akan berikan tips 

 10 hal yang harus dilakukan orang tua jika memberikan smartphone pada anak, berikut adalah :

1
.  Harus membatasi paket data internet

Ponsel pintar memberikan akses tak terbatas ke Internet yang mungkin menjadi hal yang besar tapi pasti tidak untuk remaja karena mereka tidak mampu menangani
kebebasan tersebut. Sekarang ketika Anda telah membeli sebuah smartphone untuk anak Anda, menjadi penting untuk membatasi penggunaan internet dengan membeli paket data terbatas sesuai kebutuhan saja.

2
. Jangan biarkan smartphone dibawa ke sekolah

Anak Anda tidak membutuhkan ponsel pintar di sekolah. Selain itu, anak-anak dengan ponsel hanya akan menciptakan gangguan di kelas atau akan lebih berkonsentrasi pada hal-hal yang tidak berguna bukan
belajar. Sekali lagi, beberapa pihak sekolah tidak mengijinkan anak-anak untuk datang dengan ponsel dan jika sekolah anak Anda juga memiliki aturan seperti itu, anak Anda perlu mengikutinya. Berikan ponsel yang hanya bisa telpon dan sms saja jika mereka ke sekolah, jadi smartphone hanya untuk di rumah saja.

3
. Batasi penggunaan smartphone maksimal jam 9 malam

Memakai hp waktu malam memiliki sakit-efek pada mata dan otak. Hal ini juga menciptakan masalah tidur dan menghambat dalam studi anak Anda serta pembangunan secara keseluruhan. Katakan kepada anak Anda dengan jelas bahwa ponsel tidak akan tinggal bersamanya sampai larut malam; dia harus mengatakan Good Night hp setelah setelah jam 9:00 malam

4
.Tidak SMS / Chating saat Mengemudi

SMS saat mengemudi telah dicatat sebagai salah satu penyebab terbesar kecelakaan. Dan kadang-kadang kecelakaan bahkan menyebabkan kematian. Menjadi orangtua yang bertanggung jawab dan tentu saja warga negara yang bertanggung jawab Anda akan memberitahu dan membuat aturan pada anak Anda bahwa tidak boleh melakukan SMS atau mengobrol di telepon saat mengemudi. Atau Anda akan mengambil teleponnya kembali.

5
. Tidak Menggunakan Ponsel Jika Ada Pekerjaan Rumah / PR

Karena ponsel pintar datang sarat dengan begitu banyak fitur, anak-anak umumnya terlalu
fokus menggunakan ponsel mereka dan mulai mengabaikan pekerjaan rumah mereka, studi, dan hal penting lainnya. Membuat aturan tegas yang nyata bahwa tidak boleh ada penggunaan telepon seluler saat melakukan pekerjaan rumah.

6
. Jangan Memberikan Nomor Telepon ke Orang Asing

Remaja Anda mungkin
sedang bersama orang baru dikenal. Hal ini benar-benar berbahaya dalam kasus anak Anda jika memberikan informasi pribadi kepada orang asing dan ini terkadang nomor telepon juga. Jelaskan anak Anda bahaya berbagi nomor telepon dengan orang asing. Dan katakan padanya bahwa tindakan seperti itu sangat dilarang!

7
. Orangtua perlu Menjadi Teman di media social mereka

Sebagian besar remaja memiliki profil jaringan
media sosial. Anda perlu tahu tentang keberadaan jaringan media sosial anak Anda. Minta anak Anda untuk menambahkan Anda pada berbagai platform sosial di mana ia hadir. Atau anda bisa menyamar menjadi teman yang sebaya dengan anak anda agar di terima menjadi temannya.

8
. Tidak Mendownload  apapun tanpa Izin

Anak Anda dapat mengunduh video porno atau barang berbahaya. Kadang-kadang video yang tersedia secara online juga terdiri dari virus dan malware yang dapat merusak ponsel. Jelaskan dengan anak Anda bahwa tidak akan ada download apapun tanpa izin Anda.

9
. Chatting, Gaming, SMS, dan Media Sosial ada batas waktu menggunakannya

Chatting, game, SMS dan jejaring sosial: semua ini benar-benar
membuat kecanduan dan remaja dengan ponsel pintar segera mulai menghabiskan hampir sepanjang hari mereka dalam kegiatan ini yang mengakibatkan kinerja yang buruk di sekolah (sehingga bisa ada nilai benar-benar buruk jika anak Anda menghabiskan lebih banyak waktu pada ponsel dari pada buku), lekas marah, depresi, kurangnya minat dalam hal-hal penting lainnya adalah gejala lain dari penggunaan ponsel yang berlebihan. Batasi waktu kegiatan ponsel anak Anda untuk mempertahankan disiplin.

10
. Pasang aplikasi monitor anak

Membeli ponsel pintar dilengkapi dengan membeli software monitoring anak untuk ponsel pintar
. Hanya menginstal di ponsel anak Anda dengan beberapa sistem pemantauan yang handal dan menyimpan rincian lengkap dari setiap kegiatan yang anak Anda ikuti agar terjaga dari hal hal yang tidak diinginkan, sehingga bisa langsung untuk menjaga anak Anda aman, disiplin dan memiliki pertumbuhan yang lebih baik dan pengembangan.



Kamis, 27 November 2014

Anakmu Mengenalkan Siapa Dirimu

Anakmu Mengenalkan Siapa Dirimu

1. Jika anakmu BERBOHONG, itu
karena engkau MENGHUKUMNYA
terlalu BERAT.

2. Jika anakmu TIDAK PERCAYA
DIRI, itu karena engkau TIDAK
MEMBERI dia SEMANGAT

3. Jika anakmu KURANG
BERBICARA, itu karena engkau TIDAK
MENGAJAKNYA BERBICARA

4. Jika anakmu MENCURI, itu karena
engkau TIDAK MENGAJARINYA
MEMBERI.

5. Jika anakmu PENGECUT, itu karena
engkau selalu MEMBELANYA.

6. Jika anakmu TIDAK MENGHARGAI
ORANG LAIN, itu karena engkau
BERBICARA TERLALU KERAS
KEPADANYA.

7. Jika anakmu MARAH,itu karena
engkau KURANG MEMUJINYA.

8. Jika anakmu SUKA BERBICARA
PEDAS, itu karena engkau TIDAK
BERBAGI DENGANNYA.

9. Jika anakmu MENGASARI ORANG
LAIN, itu karena engkau SUKA
MELAKUKAN KEKERASAN
TERHADAPNYA.

10. Jika anakmu LEMAH, itu karena
engkau SUKA MENGANCAMNYA.

11. Jika anakmu CEMBURU, itu karena
engkau MENELANTARKANNYA.

12. Jika anakmu MENGANGGUMU, itu
karena engkau KURANG MENCIUM &
MEMELUKNYA

13. Jika anakmu TIDAK
MEMATUHIMU, itu karena engkau
MENUNTUT TERLALU BANYAK
padanya.

14. Jika anakmu TERTUTUP, itu karena
engkau TERLALU SIBUK.

Please like n share

sumber :
https://www.facebook.com/FamilyGuideIndonesia

Rabu, 19 November 2014

GEJALA SEKS MATANG DINI PADA ANAK ZAMAN SEKARANG

GEJALA SEKS MATANG DINI PADA ANAK ZAMAN SEKARANG

Apakah anak kita mengalaminya ?
Hallo ayah edy, aku Meisty (bukan nama sesungguhnya) please tolong dong... aku lagi agak2 resah nich... masak anakku masih baru usia kira2 4 tahun kok udah cerita2 seneng ama teman cowoknya di Kinder Gartennya, wah... aku suprise juga.. sekaligus bingung kok bisa ya... trus sebagai ortu bagaimana yach... aku harus menyikapinya...? Please tolong di jawab asap ya...please...3X
Bunda Meisty yg baik,
Kira-kira putri kecil ibu lebih mirip siapa ya...? ayahnya atau bundanya waktu masih kecil dulu..?.(maaf sekedar bergurau) mungkin zaman kita dulu belum seperti sekarang ya... masih kecil-kecil sudah seperti ini.
Memang betul sekali Bun belakangan ini sy sering mendapat keluhan dari orang tua mengenai anak-anak usia dini mereka yang sudah menunjukkan tanda-tanda ketertarikan pada lawan jenis juga bertanya seputar organ dan aktivitas sex. Cukup mengejutkan memang jika dibandingkan dengan zaman kita kecil dulu yg mungkin baru mulai tertarik pada lawan jenis saat usia SMP atau malah SMA.
Dari seorang ahli nutrisionist sy mendapatkan masukan katanya hal ini mungkin terjadi di picu oleh jenis2 makanan yg banyak di kosumsi oleh anak kita dewasa ini yg sebagian besar mengandung sejenis hormon pertumbuhan baik disuntikan pada binatang ternak konsumsi.
Terlepas dari benar tidaknya hal tersebut tapi sy yakin bahwa hormon pertumbuhan yg disuntikan pada hewan kosumsi ada kaitannya dengan pertumbuhan hormon matang dini pada anak-anak kita.
Faktor kedua adalah banyaknya jenis rangsangan yg mempercepatnya matangnya hormon seksual pada anak2 terutama melalui internet, gadget terutama program tv yg menyajikan tayangan yg sangat kental sekali dengan bumbu seksual dan pacaran bagi anak-anak.
Jika ibu cermati tayangan sinetron anak-anak zaman sekarang hampir semuanya di bumbui kisah percintaan dan suka-sukaan meskipun pemerannya anak2 usia belia dan bahkan balita. Dan terkadang banyak adegan yang mengarah pada pornografi dan pornoaksi yang tidak di sensor. Atau juga sisipan-sisipan iklan dengan adegan yang tidak patut di lihat anak kita.
Sementara jika dibandingkan dengan saat kita kecil dulu akses dan tontonan yg berbau percintaan semacam ini sangatlah terbatas (kita dulu hanya punya satu stasion TV yg di awasi ketat). Menurut hemat saya faktor inilah yg menjadi pemicu terbesar prilaku sex matang dini anak-anak zaman sekarang.
Hal ini juga ternyata dibenarkan berdasarkan teori neuro sains/Sains Otak, yg mengatakan bahwa sistem syaraf otak anak kita akan merespon hal-hal apa yg paling sering di terima oleh sistem indra penerimanya, dan hal tersebut akan mempercepat proses pertumbuhan hormon2 terkait. Sehingga pada akhirnya ini akan memicu munculnya fenomena seks matang dini. Mungkin ini mirip dengan perumpamaan buah yg di petik dan di peram/di karbit agar lebih cepat matang atau matang dipercepat sebelum waktu alamiahnya.
Masalahnya jika hal ini sudah terlanjur terjadi apa yg perlu kita lakukan?
Langkah pertama tentu saja sy menganjurkan para orang tua sedapat mungkin memilihkan makanan yg lebih alami tanpa hormon pertumbuhan semisal ayah kalau bisa ayam kampung. Dan yg jauh lebih penting adalah menghindari anak dari melihat tontonan atau tayangan yg memicu pertumbuhan hormon2 seksual anak sebelum waktunya.
Sebenarnya seks sendiri adalah sesuatu yg netral, Ia akan menjadi cenderung negatif manakala hadir tidak pada tempatnya dan belum waktunya,
Sesungguhnya jika kita mau Seks itu bisa kita arahkan responsenya menjadi Sains biologi yg menjadi bagian kerja otak kiri anak, misalnya dengan mengarahkan penjelasan ke arah sistem reproduksi yg terdapat pada hewan dan tumbuhan. Sementara Seks akan mengarah pada pornografi jika yg ditampilkan adalah bentuk2 visual imaginasi dan erotisme (yg menjadi bagian dari fungsi otak kanan anak).
Untuk anak-anak usia dini akan jauh lebih baik jika pembicaraan seputar seks dan hubungan lawan jenis di arahkan pada Sains Biologi dan kedokteran Ketimbang pada visualisasi imaJinasi, hanya sayangnya tayangan televisi kita malah melakukan sebaliknya dan kita kita tidak kuasa untuk mencegahnya, kecuali mengganti kabel antena tv dengan dvd yang film-filmya bisa kita pilihkan yang lebih mengedukasi anak kita.
Ketika anak sudah terlanjur melihat dan bertanya seputar ketertarikan lawan jenis dan aktivitas seksual sebaiknya tidak perlu panik dan ditutup-tutupi, sedapat mungkin kita mengarahkan penjelasan kita pada sisi sains dari organ sex dan hubungan sex misalnya dengan menjelaskan proses reproduksi, kemudian sedapat mungkin mengajak anak untuk mengeksplorasi aktivitas reproduksi misalnya pada serangga, pada beberapa jenis ikan, berbagai macam tumbuhan dan sebagainya agar setiap ia melihat aktivitas seksual ia terbiasa untuk melihatnya sebagai sebuah aktivitas sains biologi yg alami.
Selain itu kita juga bisa menambahkan penjelasan tentang efek2 penyakit yg ditimbulkan akibat aktivitas sexual yg tidak sehat berikut contoh2 gambar yg kita ambilkan dari buku2 sains kedokteran. Jika ini yg lebih sering kita lakukan pada anak maka otak kiri anaklah yg akan jauh lebih dominan bekerja manakala datang pengaruh dari luar yang berbau pornografi dan seksual. Dan sebagai penutupnya kita kaitkan dengan etika moral dan nilai-nilai yang di ajarkan oleh agama kita masing-masing.
Cara inilah yg juga kami terapkan di sekolah kami dan pada orang tua yg menyekolahkan anaknya disana, karena proses ini perlu kekompakan antara orang tua dan pihak guru di sekolahnya untuk membentengi anak kita dari fenomena bahaya seks matang dini yg saat ini marak terjadi dimana-mana.
Untuk bisa mendapatkan info dan belajar lebih lengkap kita bisa mengikuti seminarnya yang akan di adakan di Yogya pada tanggal 13 Desember 2014
Info pendaftaran bisa di lihat pada brosur di bawah ini,
Semoga bermanfaat.
-ayah edy-
www.ayahkita.com

Selasa, 21 Oktober 2014

ANAK-ANAK YANG DI BESARKAN DENGAN PENUH TEKANAN DAN KETAKUTAN


Banyak sekali saya bertemu dengan orang tua yang hidupnya penuh khawatir dan ketakutan akan masa depan anaknya. Khawatir anaknya tidak bisa hidup secara layak seperti orang tuanya.
Hingga segala cara ditempuhnya, mulai dari menyekolahkan di sekolah UNGGULAN, mengikutkan di berbagai kursus, bimbingan belajar mulai siang hingga malam hari. Lalu setelah itu masih di tambah lagi memaksa anak untuk mengerjakan setumpuk PR malam harinya dan esok pagi-pagi sekali harus sudah bangun berangkat ke sekolah bak para pekerja kantoran di usaia anak-anak.
Saya membayangkan betapa lelahnya fisik dan mental anak-anak kita hidup di zaman sekarang.
Lalu apakah benar hasilnya anak-anak kita akan menjadi lebih baik dan pintar? Atau hanya “pintar” sesaat saja versi sekolah karena mendapat angka 10 di raportnya? Sebuah angka yang sama sekali tidak menjamin apapun terhadap masa depan anak kita kecuali hanya untuk mendapat selembar kertas yang bernama ijazah.
Tekanan demi tekanan yang di lakukan oleh para orang tua dan sekolah dengan niat baik agar anaknya menjadi anak "Pintar" atau anak "sukses" tadi nyatanya malah membuat anak-anak tersebut menjadi anak yang stress, anak-anak yang gampang marah, pembangkang, suka membuli dan sering kali berujung pada penyimpangan prilaku anak dan remaja.
Dan setelah itu kerja orang tua disibukkan untuk mencari dan menemui berbagai macam TERAPIS untuk "menyembuhkan" anaknya (yang dulu awalnya sehat-sehat saja dan tidak pernah bermasalah).
Itulah kerja kami selama ini membantu anak-anak yang pada akhirnya di katakan “bermasalah” oleh orang tua dan sekolahnya. Dan mulailah kini giliran orang tuanya yang stress berat melihat tingkah laku anaknya.
Inilah yang sering kami hadapi, membantu orang tua yang anak2nya stress karena KETAKUTAN ORANG TUANYA AKAN MASA DEPAN ANAKNYA.
Memang benar kita tidak bisa melihat masa depan anak kita....,
tapi kita bisa melihat MASA KINI anak-anak kita. Ini yang sering kali kita lupa, sering tidak kita sadari dan luput dari perhatian kita.
Apakah masa kini mereka bahagia hidup bersama kita atau tidak??
Itu sebenarnya jauh lebih penting ketimbang manakutkan masa depan yang kita semua sama-sama belum bisa kita lihat dan pastikan.
Jika mereka merasa bahagia selalu bersama orang tuanya maka sesungguhnya kita tidak perlu lagi kita mengkhawatirkan masa depannya.
Mengapa ?
Karena orang yang masa-masa kecilnya hidup bahagia (bukan bahagia karena penuh dengan kemewahan, tapi bahagia karena hidup harmonis dengan orang tuanya dan bersama dengan alam lingkungannya) maka kelak akan menjadi orang yang hidupnya bahagia pula.
Dan menurut hasil suatu penelitian bahwa sukses itu selalu di awali dengan memiliki RASA BAHAGIA DAN RASA SYUKUR dalam hidupnya. Saya pikir agama kita pun demikian mengajarkannya pada kita, bukan?
Tahukah anda bahwa belum pernah tercatat dalam sejarah bahwa stress itu akan membuat orang menjadi sukses. Bahkan menurut salah satu jurnal kesehatan stress itu malah membuat seseorang “penyakitan” dan lebih dekat dengan ajal ketimbang lebih dekat dengan sukses.
Yakinlah bahwa anak-anak yang masa kecilnya hidup bahagia maka kelak iapun akan terus merasa bahagia di masa depannya.
Mengapa demikian ???
Karena masa depan sesungguhnya adalah kumpulan atau akumulasi dari masa kini, nasib seseorang kelak merupakan akumulasi pikiran dan perasaan di saat ini.
Anda boleh percaya atau tidak percaya, tapi apa yang saya sampaikan ini adalah berdasarkan kumpulan pengalaman hidup saya dan orang2 yang hidupnya sukses dan bahagia di hampir seluruh dunia, sekali lagi tidak hanya sukses tapi juga BAHAGIA.
Jadi saya sendiri memilih untuk percaya. bahwa anak yang hidup bahagia kelak akan hidup bahagia dimasa dewasa. Dan bahagia itulah yang akan menarik sukses dalam kehidupannya kelak. Juga kehidupan saya hari ini dan kehidupan anda yang juga merasa bahagia hari ini.
Itulah mengapa pertanyaan saya setiap hari pada anak adalah "Apakah kamu bahagia nak? Apakah kamu bahagia berada di dekat ayah ?"
Anda mungkin berpikir ini berlebihan dan hiperbolis, tapi itulah sesungguhnya yang jauh lebih penting bagi saya untuk saya tanyakan pada anak saya ketimbang pertanyaan-pertanyaan lain yang berhubungan dengan “Pintar” dan “Hebat” seperti "Dapat berapa nilai matematikamu hari ini?" atau "Apakah PR sudah selesai di kerjakan?" "Dapat rangking berapa di kelasmu?" dan sejenisnya
Ya pertanyaan-pertanyaan yg sering membuat anak langsung berubah menjadi diam dan stress untuk menjawabnya..
Sahabatku, siapapun boleh tidak setuju dengan posting ini karena hidup ini adalah pilihan dan setiap kepala punya pilihan pendapat yang berbeda-beda berikut konsekuensinya masing-masing, tapi sesungghnya itulah pengalaman hidup saya dan pengalaman hidup dari orang-orang sukses yang hidupnya bahagia.
Karena bagi saya kita ini baru boleh merasa sukses jika kita sudah merasa bahagia dalam menjalani hidup ini
Salam syukur penuh berkah
-ayah edy-

Selasa, 23 April 2013

ANAK SHOLEH YANG MANDIRI

ANAK SHOLEH YANG MANDIRI

Kalo anak-anak kita terbiasa hidup enak, nyaman, serba kecukupan, serba mudah dan serba dilayani seringkali membentuk kepribadian yang manja, kurang mau berusaha, mudah putus asa, dan kurang tangguh dalam menghadapi kehidupan. Belum lagi kini banyak tontonan yang tidak bermutu apalagi mendidik, banyak mengambil tema horor, hantu-hantuan, tanpa disadari bisa membuat anak menjadi berjiwa penakut bahkan yang lebih parah lagi ketakutan itu bukanlah kepada Allah, tetapi kepada makhluk

Yang balita mungkin banyak yang masih takut masuk kelas, takut berpisah dari ibunya, menangis karena dinakali oleh temannya dan lain-lain. Anak yang lebih besar barangkali menghadapai masalah takut kepada kakak kelas yang galak saat Masa Orientasi Sekolah, takut karena belum memiliki teman, cemas karena menghadapi situasi yang baru yang bukan tidak mungkin sangat berbeda dari sekolah sebelumnya.

Bunda, amatlah penting untuk mengenalkan Allah sejak dini kepada putra-putri kita, dan memberikan pemahaman bahwa hanya Allah sajalah yang pantas kita takuti sekaligus juga hanya Allah sajalah tempat kita meminta apapun, termasuk juga pertolongan.

Ibnu Abbas r.a. meriwayatkan bahwa pernah suatu hari ia naik di belakang Rasulullah saw. lalu beliau berkata kepadanya :

Anakku, aku ingin mengajarimu beberapa kalimat. Jagalah Allah, maka dia akan menjagamu. Jagalah Allah, maka kamu akan mendapatkanNya berada di depanmu. Jika kamu meminta, maka mintalah kepada Allah. Jika kamu meminta pertolongan, maka mintalah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah bahwa jika seandainya umat bersepakat untuk memberi manfaat kepadamu maka mereka tidak akan mampu memberikan manfaat kecuali yang telah ditetapkan Allah SWT untukmu. Dan jika seandainya mereka bersepakat untuk mencelakakan kamu, maka mereka tidak akan mampu mencelakakan kamu kecuali jika hal itu memang telah ditetapkan olehNya. Pena telah diangkat ( ungkapan yang berarti bahwa semua ketentuan telah dituliskan sebelum penciptaan ) dan lembaran buku telah kering ( Ungkapan bahwa penulisan takdir telah usai)
( Hadits ke sembilan belas dari hadits Arba?iin an Nawawiyyah)

Senin, 04 Maret 2013

NASEHAT UNTUK IBU & AYAH

NASEHAT UNTUK IBU & AYAH

Anakmu suka berdusta ; anda terlalu ketat mengevaluasi perbuatannya.

Anakmu tidak punya rasa percaya diri ; anda tidak memberikan dorongan kepadanya.

Anakmu lemah dalam bicara ; anda jarang mengajaknya berdialog.

Anakmu mencuri ; anda tidak membiasakannya untuk memberi dan berkorban.

Anakmu pengecut ; anda terlalu memberikan pembelaan kepadanya.

Anakmu tidak menghormati orang lain ; anda tidak bicara dengan kelembutan kepadanya.

Anakmu selalu marah-marah ; anda tidak memberikan pujian kepadanya.

Anakmu pelit ; anda tidak menyertakannya dalam berbuat.

Anakmu suka jahat kepada orang lain ; anda kasar kepadanya.

Anakmu lemah ; anda menggunakan ancaman dalam mendidiknya.

Anakmu cemburu ; anda mencuekkannya.

Anakmu mengganggumu ; anda tidak mencium atau mendekapnya.

Anakmu tidak mau patuh kepadamu ; anda terlalu banyak permintaan.

Anakmu cemberut ; anda sibuk terus.

Anakmu adalah amanah yang harus dirawat dan dididik dengan baik.

(DR. Thariq al Habib)

Sabtu, 10 Maret 2012

Awas ! Bakat Kriminal Anak Bisa Dideteksi Sejak Usia 2 Tahun


img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Anak-anak yang berisiko terlibat dalam tindak kriminal sudah dapat dideteksi sejak usia 2 tahun. Pengasuh dan orang tua harus mengenali balita yang menunjukkan tanda-tanda agresi sejak dini dan menindak perilaku buruk dengan merujuknya ke spesialis.

"Kegagalan mengatasi perilaku buruk di usia muda memungkinkan gangguan pada anak-anak untuk menetap hingga mencapai usia remaja. Setiap anak bisa berbuat salah, dan yang dibutuhkan adalah sistem yang menjawab kebutuhan mereka dan membantu mereka kembali ke jalan yang benar," kata Charlie Taylor, kepala sekolah Willows School di London Barat yang menangani siswa bermasalah seperti dilansir The Telegraph, Sabtu (10/3/2012).

Mengajarkan anak berkelakuan buruk, cara untuk bersosialisasi dan menunjukkan batas-batas yang tepat dalam pergaulan bisa mencegah masalah berkembang lebih jauh. Sejak usia muda, anak-anak dapat dibantu oleh seorang ahli yang datang ke kamar bayi dan membantu anak-anak yang perilakunya terlihat terganggu.

Dalam beberapa kasus, anak-anak ini dapat dikirim ke program pengasuhan khusus. Pada usia 5 - 6 tahun, anak-anak ini bisa ditempatkan di unit rujukan untuk mendapat perawatan dari spesialis. Menurut Taylor, banyak anak-anak bandel yang dibuang ke unit rujukan yang rendah kualitasnya. Anak-anak ini menerima sedikit pendidikan formal dan diperlakukan layaknya liburan.

Taylor menegaskan, perilaku buruk anak-anak akan jauh lebih mudah diatasi pada tahap awal sebelum menjadi kebiasaan. Sebab, mengatasi gangguan perilaku ketika anak-anak beranjak dewasa akan lebih sulit.

"Jika orang tua, guru atau pengasuh dapat melihat adanya perilaku buruk ketika anak-anak berusia 2 sampai 5 tahun, maka saat itulah spesialis bisa campur tangan. Sebagian besar penanganan bekerja efektif pada anak berusia 3- 4 tahun," kata Taylor.

Semua penanganan dini ini bertujuan untuk melatih anak-anak bagaimana seharusnya bertindak di sekolah dan bagaimana berperilaku baik. Namun anak-anak ini juga harus didukung kembali ke sekolah umum secepat mungkin dan tidak menghabiskan banyak waktu di unit rujukan.

"Seringkali anak-anak ini menunjukkan perilaku ekstrem di usia yang sangat dini, mereka sangat agresif melakukan kekerasan. Kebanyakan anak-anak bermasalah ini juga sering mengalami kesulitan berbicara dan berbahasa, juga tidak dilatih menggunakan toilet," kata Taylor.

Pemerintah Inggris dikabarkan akan segera menyetujui usulan Taylor ini. Sebagai langkah awal dan persiapan, para guru yang ditempatkan di unit rujukan siswa akan dilatih untuk mengelola perilaku yang bermasalah.


Sumber detik.com


GADGET UNIK, BLACKBERRY MURAH, LAPTOP DLL KUNJUNGI DI SINI


MAU CARI MARMER UJUNGPANDANG DAN TULUNGAGUNG, KUNJUNGI DI SINI

Jumat, 10 Februari 2012

Kenapa Anak anak Sering Berpikiran Dirinya Anak Tiri?


img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, 'Aku ini anak tiri, aku bukan anak kandung Papa Mama', ujar seorang anak sambil menangis tersedu-sedu saat dimarahi orangtuanya. Kenapa anak kecil sering merasa dirinya bukan anak kandung ayah ibunya saat sedang marah?

"Dimarahi tentu saja rasanya tidak menyenangkan, termasuk yang dirasakan oleh anak-anak," ujar Psikolog anak, Alzena Masykouri, MPsi saat menjawab detikHealth,Selasa (31/1/2012).

Alzena menuturkan isu yang secara populer terjadi pada anak usia pra remaja adalah memastikan identitasnya, termasuk apakah ia anak kandung atau bukan. Namun ada konsep di masyarakat bila bukan anak kandung maka akan selalu salah dan dimarahi.

"Konsep ini yang sedang diuji oleh anak pra remaja saat melakukan pencarian identitas, apakah ia anak kandung atau bukan," ujar psikolog lulusan Magister psikologi UI tahun 2002.

Alzena menjelaskan dengan melakukan pola komunikasi yang baik termasuk dalam cara menegur dan memarahi, maka anak akan yakin bahwa dirinya adalah anak kandung dan mendapatkan identitasnya sebagai bagian dari anggota keluarga.

Kondisi ini juga kadang dipengaruhi oleh pola asuh yang diberikan orangtua pada anak, baik dalam bentuk perlakuan fisik maupun psikis seperti tutur kata, sikap, perilaku dan tindakan. Tidak ada pola asuh yang benar atau salah, hal yang penting adalah menyesuaikan dengan situasi atau menggunakan teknik tarik ulur.

"Pengaruh pola asuh terhadap kepribadian dan karakter si anak nantinya sangat besar. Apa yang diberikan oleh orangtua sejak anak dilahirkan hingga usia 15-16 tahun akan membentuk kepribadian anak," ungkapnya.

Dalam pelaksanaannya, orangtua tidak boleh kaku atau terbatas pada pola asuh yang itu-itu saja. Tapi harus disesuaikan dengan konteks kebutuhan dan kemampuan yang dimiliki oleh anak.

"Yang tidak boleh atau harus dihindari orangtua adalah pola asuh yang terlalu berlebihan, karena segala sesuatu yang berlebihan akan menjadi tidak baik. Jadi yang sedang-sedang saja," ungkap psikolog lulusan Magister psikologi UI tahun 2002


KOLEKSI JILBAB TERBARU HARGA GROSIR ADA DI SINI


KOLEKSI BATIK ASLI INDONESIA ADA DI SINI


SPREI DAN BEDCOVER BERMERK HARGA GROSIR ADA DI SINI

Anak main Dokter dokteran Menjurus ke Perilaku Seks


img
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta, Hingga usia tertentu, anak main dokter-dokteran dengan teman sebaya yang berbeda jenis kelamin masih bisa dianggap normal. Namun pada usia tertentu, perilaku ini harus diwaspadai dan jika perlu diarahkan untuk memilih permainan lain.

Dalam buku berjudul Is this Normal? Understanding Your Child's Sexual Behaviour, Holly Brennan dan Judy Graham menilai perilaku seks anak dikatakan normal jika didasari oleh sikap spontan dan rasa penasaran. Salah satunya untuk melihat dan menyentuh bagian sensitif lawan jenis.

Salah satu contohnya adalah main dokter-dokteran, yakni saling memeriksa tubuh atau secara teknis bisa disebut saling meraba. Dicontohkan juga, perilaku yang terang-terangan saling melihat alat kelamin juga masih bisa dikatakan normal hingga usia sekitar 5 tahun.

Namun pada anak-anak yang lebih tua dari itu, perilaku saling meraba atau melihat alat kelamin perlu diwaspadai atau bahkan dianggap tidak normal. Pada usia tersebut, perilaku ini tidak lagi spontan karena anak-anak tersebut sudah mendekati masa puber.

Dalam buku tersebut, batasan-batasan perilaku seks pada anak yang dianggap normal dan tidak normal digambarkan seperti lampu lalu lintas. Kategori lampu hijau berarti normal, kuning berarti perlu diwaspadai sedangkan merah butuh intervensi atau bimbingan.

Faktor usia menentukan apakah perilaku seksual anak masuk kategori normal atau tidak normal. Misalnya saling melihat atau memegang alat kelamin dikategorikan sebagai lampu hijau pada anak usia 2-5 tahun, namun jika ada anak perempuan umur 7 tahun melihat laki-laki umur 13 tahun saling raba dengan lawan jenis maka itu dikategorikan lampu merah.

"Kadang orangtua tidak tahu pasti, kapan harus dan kapan tidak harus mengkhawatirkan perilaku seks anak-anaknya. Anak bisa salah, tapi orangtua tidak boleh malu bicara tentang seks untuk membantu mereka tumbuh di lingkungan yang sehat," kata Brennan seperti dikutip dari Brisbanetimes, Selasa (7/2/2012).

Waspada,Ternyata Anak Juga Bisa Terkena Gangguan Jiwa!!!


img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Masa anak-anak harusnya menjadi masa menyenangkan dan tanpa beban. Namun beberapa anak juga bisa mengalami gangguan jiwa terutama anak-anak yang tumbuh dalam keluarga yang bermasalah.

"Gangguan jiwa pada anak belum banyak dibahas, tapi harus hati-hati karena anak masih bergantung pada orangtua," jelas dr Tun Kurniasih Bastaman, SpKJ, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI), Jakarta, Sabtu (11/2/2012).

Kebanyakan anak yang mengalami gangguan jiwa disebabkan karena faktor dari orangtua. Bila orangtua bermasalah, maka bisa mempengaruhi anak.

Gangguan jiwa pada anak biasanya ditandai dengan gangguan emosi dan perilaku.
Ada beberapa gejala yang dapat menunjukkan gangguan jiwa pada anak, seperti dilansir dr Tun, antara lain:
1. Menolak untuk sekolah
2. Menjadi lebih cengeng
3. Pemarah
4. Sering mimpi buruk
5. Lebih sering mengompol
6. Sering sakit perut
7. Kesulitan belajar
8. Prestasi menurun
9. Gangguan bicara pada balita
10. Gangguan komunikasi
11. Retardasi mental (keterbelakangan mental)
12. Disleksia (kesulitan membaca)

Menurut dr Tun, orangtua harus lebih cermat mengamati perkembangan anak, apalagi pada anak-anak yang berusia masih sangat muda.

"Gangguan jiwa pada anak tergantung pada orangtua. Sebenarnya terkadang orangtua sudah lama mencermati bahwa ada perubahan pada anak, entah tingkah laku atau kepribadiannya. Namun orangtua baru membawa anak ke psikiater ketika anak sudah menunjukkan perilaku yang mengganggu, seperti suka memukul, banting-banting barang, pemarah," jelas dr Tun.

Untuk pengobatan gangguan jiwa pada anak, biasanya dokter akan memberikan terapi khusus serta pendidikan khusus. Gangguan jiwa pada anak sebaiknya segera dideteksi dan ditangani, karena jiwa dibiarkan begitu saja bisa berlanjut hingga dewasa.



GROSIR SPREI DAN BEDCOVER MURAH HANYA ADA DI SINI


KOLEKSI BATIK INDONESIA ADA DI SINI


JILBAB DAN BUSANA MULIM TERBARU ADA DI SINI

Jumat, 27 Januari 2012

Penyebab Anak Susah Tidur

Tidur merupakan salah satu hal yang sangat penting bagi anak. Kebanyakan anak menghabiskan berjam-jam waktu untuk tidur agar kembali segar dan aktif saat bangun. Jika anak Anda memiliki kesulitan untuk tidur, lebih baik cari tahu penyebabnya terlebih dahulu dan coba mengatasinya. Berikut 6 penyebab anak susah tidur seperti dilansir The Cradle :

1. Penyebab pertama adalah anak tidak memiliki jam tidur yang konsisten. Meskipun kebanyakan orang tua tahu seberapa pentingnya menerapkan jam tidur yang konsisten bagi anak, tetapi tidak semua orang tua benar-benar menerapkan hal tersebut. Penyebabnya antara lain si anak yang masih harus melakukan suatu kegiatan, atau bahkan si anak masih memiliki banyak energi untuk bermain sehingga sulit untuk menyuruhnya tidur.

Beberapa cara untuk mengatasinya adalah menghentikan aktivitas fisik anak dengan waktu yang konsisten setiap harinya. Sebaiknya, aktivitas fisik benar-benar dihentikan sekitar 10 hingga 15 menit sebelum waktu tidur si anak. Selain itu, biasakan untuk melakukan rutinitas secara teratur dan berurutan, misalnya kapan harus gosok gigi sebelum tidur, sehingga si anak tahu kapan ia harus benar-benar tidur.

2. Merupakan hal yang lumrah jika Anda membuat anak tidur dengan cara membacakannya cerita, menyanyikannya lagu nina bobo, atau ikut tidur di sebelah si anak. Akan tetapi, ternyata dengan kebiasaan Anda tersebut, anak mulai mengasosiakan tingkah laku Anda yang dapat membuatnya tidur sehingga si anak tersebut dapat terlelap. Sayangnya, ketika si anak terbangun dan mendapati kondisi yang ada tidak sama seperti sebelumnya, kemungkinan ia akan panik dan merengek kepada Anda untuk memberikan kondisi yang sama agar ia dapat tidur kembali.

3. Penyebab ketiga adalah lingkungan kamar tidur yang buruk. Sebaiknya, hal-hal yang dapat membuat anak tidak dapat tidur, seperti mainan atau televisi, disingkirkan dari kamar si anak. Selain itu, pastikan lampu kamar dimatikan sehingga anak dapat tidur dengan nyenyak. Jangan lupa untuk menjauhkan anak dari suara dan bunyi-bunyian yang dapat mengganggu tidurnya dan anak sebaiknya menggunakan baju tidur yang hangat dan nyaman.

4. Penggunaan alat bantu tidur yang tidak sesuai juga merupakan penyebab sulitnya si anak untuk tidur. Salah satu alat bantu tidur yang paling umum digunakan adalah dot. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua alat bantu tidur dapat merugikan anak. Sebagai orangtua, sebaiknya Anda perlu mengetahui alat bantu tidur apa yang sesuai untuk anak dan kapan sebaiknya alat bantu tersebut digunakan.

5. Penyebab kelima adalah penerapan waktu tidur yang salah. Kebanyakan anak membutuhkan waktu tidur kurang lebih 11 jam per hari. Pada usia 10, misalnya, anak lebih baik tidur pada pukul 19.00 atau paling telat pukul 20.30. Dengan menerapkan waktu tidur yang konsisten, tepat, dan sesuai kebutuhan anak pada usianya, maka si kecil dapat dengan terbiasa untuk tidur pada waktu yang ditentukan.

6. Memberikan respon yang tidak konsisten ketika anak terbangun juga merupakan penyebab si anak susah tidur. Misalnya, di satu waktu, ketika anak terbangun, Anda menyanyikannya lagu agar ia bisa tidur kembali. Namun, di waktu yang lain, Anda mendiamkannya menangis begitu saja. Hal tersebut justru akan menyulitkan anak untuk tidur kembali. Agar si anak dapat kembali tidur dengan nyenyak di malam hari, Anda sebaiknya memiliki satu respon yang jelas dan konsisten ketika ia terbangun.



Temukan artikel khusus wanita DI SINI


Koleksi Jilbab dan Pashmina Terbaru harga murah ada DI SINI