Tampilkan postingan dengan label PORNO ANAK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PORNO ANAK. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 November 2015

10 Hal yang Harus Kita Lakukan Jika Memberikan Smartphone Pada Anak

Tips jika anak memakai smartphone
Sebagai orang tua kita memang diberikan pilihan sulit di jaman modern serba gadget ini, jika anak tidak kita berikan smartphone pasti akan marah dan merasa ketinggalan, di lain sisi itu sangat membahayakan masa depan anak, maka saya akan berikan tips 

 10 hal yang harus dilakukan orang tua jika memberikan smartphone pada anak, berikut adalah :

1
.  Harus membatasi paket data internet

Ponsel pintar memberikan akses tak terbatas ke Internet yang mungkin menjadi hal yang besar tapi pasti tidak untuk remaja karena mereka tidak mampu menangani
kebebasan tersebut. Sekarang ketika Anda telah membeli sebuah smartphone untuk anak Anda, menjadi penting untuk membatasi penggunaan internet dengan membeli paket data terbatas sesuai kebutuhan saja.

2
. Jangan biarkan smartphone dibawa ke sekolah

Anak Anda tidak membutuhkan ponsel pintar di sekolah. Selain itu, anak-anak dengan ponsel hanya akan menciptakan gangguan di kelas atau akan lebih berkonsentrasi pada hal-hal yang tidak berguna bukan
belajar. Sekali lagi, beberapa pihak sekolah tidak mengijinkan anak-anak untuk datang dengan ponsel dan jika sekolah anak Anda juga memiliki aturan seperti itu, anak Anda perlu mengikutinya. Berikan ponsel yang hanya bisa telpon dan sms saja jika mereka ke sekolah, jadi smartphone hanya untuk di rumah saja.

3
. Batasi penggunaan smartphone maksimal jam 9 malam

Memakai hp waktu malam memiliki sakit-efek pada mata dan otak. Hal ini juga menciptakan masalah tidur dan menghambat dalam studi anak Anda serta pembangunan secara keseluruhan. Katakan kepada anak Anda dengan jelas bahwa ponsel tidak akan tinggal bersamanya sampai larut malam; dia harus mengatakan Good Night hp setelah setelah jam 9:00 malam

4
.Tidak SMS / Chating saat Mengemudi

SMS saat mengemudi telah dicatat sebagai salah satu penyebab terbesar kecelakaan. Dan kadang-kadang kecelakaan bahkan menyebabkan kematian. Menjadi orangtua yang bertanggung jawab dan tentu saja warga negara yang bertanggung jawab Anda akan memberitahu dan membuat aturan pada anak Anda bahwa tidak boleh melakukan SMS atau mengobrol di telepon saat mengemudi. Atau Anda akan mengambil teleponnya kembali.

5
. Tidak Menggunakan Ponsel Jika Ada Pekerjaan Rumah / PR

Karena ponsel pintar datang sarat dengan begitu banyak fitur, anak-anak umumnya terlalu
fokus menggunakan ponsel mereka dan mulai mengabaikan pekerjaan rumah mereka, studi, dan hal penting lainnya. Membuat aturan tegas yang nyata bahwa tidak boleh ada penggunaan telepon seluler saat melakukan pekerjaan rumah.

6
. Jangan Memberikan Nomor Telepon ke Orang Asing

Remaja Anda mungkin
sedang bersama orang baru dikenal. Hal ini benar-benar berbahaya dalam kasus anak Anda jika memberikan informasi pribadi kepada orang asing dan ini terkadang nomor telepon juga. Jelaskan anak Anda bahaya berbagi nomor telepon dengan orang asing. Dan katakan padanya bahwa tindakan seperti itu sangat dilarang!

7
. Orangtua perlu Menjadi Teman di media social mereka

Sebagian besar remaja memiliki profil jaringan
media sosial. Anda perlu tahu tentang keberadaan jaringan media sosial anak Anda. Minta anak Anda untuk menambahkan Anda pada berbagai platform sosial di mana ia hadir. Atau anda bisa menyamar menjadi teman yang sebaya dengan anak anda agar di terima menjadi temannya.

8
. Tidak Mendownload  apapun tanpa Izin

Anak Anda dapat mengunduh video porno atau barang berbahaya. Kadang-kadang video yang tersedia secara online juga terdiri dari virus dan malware yang dapat merusak ponsel. Jelaskan dengan anak Anda bahwa tidak akan ada download apapun tanpa izin Anda.

9
. Chatting, Gaming, SMS, dan Media Sosial ada batas waktu menggunakannya

Chatting, game, SMS dan jejaring sosial: semua ini benar-benar
membuat kecanduan dan remaja dengan ponsel pintar segera mulai menghabiskan hampir sepanjang hari mereka dalam kegiatan ini yang mengakibatkan kinerja yang buruk di sekolah (sehingga bisa ada nilai benar-benar buruk jika anak Anda menghabiskan lebih banyak waktu pada ponsel dari pada buku), lekas marah, depresi, kurangnya minat dalam hal-hal penting lainnya adalah gejala lain dari penggunaan ponsel yang berlebihan. Batasi waktu kegiatan ponsel anak Anda untuk mempertahankan disiplin.

10
. Pasang aplikasi monitor anak

Membeli ponsel pintar dilengkapi dengan membeli software monitoring anak untuk ponsel pintar
. Hanya menginstal di ponsel anak Anda dengan beberapa sistem pemantauan yang handal dan menyimpan rincian lengkap dari setiap kegiatan yang anak Anda ikuti agar terjaga dari hal hal yang tidak diinginkan, sehingga bisa langsung untuk menjaga anak Anda aman, disiplin dan memiliki pertumbuhan yang lebih baik dan pengembangan.



Rabu, 19 November 2014

GEJALA SEKS MATANG DINI PADA ANAK ZAMAN SEKARANG

GEJALA SEKS MATANG DINI PADA ANAK ZAMAN SEKARANG

Apakah anak kita mengalaminya ?
Hallo ayah edy, aku Meisty (bukan nama sesungguhnya) please tolong dong... aku lagi agak2 resah nich... masak anakku masih baru usia kira2 4 tahun kok udah cerita2 seneng ama teman cowoknya di Kinder Gartennya, wah... aku suprise juga.. sekaligus bingung kok bisa ya... trus sebagai ortu bagaimana yach... aku harus menyikapinya...? Please tolong di jawab asap ya...please...3X
Bunda Meisty yg baik,
Kira-kira putri kecil ibu lebih mirip siapa ya...? ayahnya atau bundanya waktu masih kecil dulu..?.(maaf sekedar bergurau) mungkin zaman kita dulu belum seperti sekarang ya... masih kecil-kecil sudah seperti ini.
Memang betul sekali Bun belakangan ini sy sering mendapat keluhan dari orang tua mengenai anak-anak usia dini mereka yang sudah menunjukkan tanda-tanda ketertarikan pada lawan jenis juga bertanya seputar organ dan aktivitas sex. Cukup mengejutkan memang jika dibandingkan dengan zaman kita kecil dulu yg mungkin baru mulai tertarik pada lawan jenis saat usia SMP atau malah SMA.
Dari seorang ahli nutrisionist sy mendapatkan masukan katanya hal ini mungkin terjadi di picu oleh jenis2 makanan yg banyak di kosumsi oleh anak kita dewasa ini yg sebagian besar mengandung sejenis hormon pertumbuhan baik disuntikan pada binatang ternak konsumsi.
Terlepas dari benar tidaknya hal tersebut tapi sy yakin bahwa hormon pertumbuhan yg disuntikan pada hewan kosumsi ada kaitannya dengan pertumbuhan hormon matang dini pada anak-anak kita.
Faktor kedua adalah banyaknya jenis rangsangan yg mempercepatnya matangnya hormon seksual pada anak2 terutama melalui internet, gadget terutama program tv yg menyajikan tayangan yg sangat kental sekali dengan bumbu seksual dan pacaran bagi anak-anak.
Jika ibu cermati tayangan sinetron anak-anak zaman sekarang hampir semuanya di bumbui kisah percintaan dan suka-sukaan meskipun pemerannya anak2 usia belia dan bahkan balita. Dan terkadang banyak adegan yang mengarah pada pornografi dan pornoaksi yang tidak di sensor. Atau juga sisipan-sisipan iklan dengan adegan yang tidak patut di lihat anak kita.
Sementara jika dibandingkan dengan saat kita kecil dulu akses dan tontonan yg berbau percintaan semacam ini sangatlah terbatas (kita dulu hanya punya satu stasion TV yg di awasi ketat). Menurut hemat saya faktor inilah yg menjadi pemicu terbesar prilaku sex matang dini anak-anak zaman sekarang.
Hal ini juga ternyata dibenarkan berdasarkan teori neuro sains/Sains Otak, yg mengatakan bahwa sistem syaraf otak anak kita akan merespon hal-hal apa yg paling sering di terima oleh sistem indra penerimanya, dan hal tersebut akan mempercepat proses pertumbuhan hormon2 terkait. Sehingga pada akhirnya ini akan memicu munculnya fenomena seks matang dini. Mungkin ini mirip dengan perumpamaan buah yg di petik dan di peram/di karbit agar lebih cepat matang atau matang dipercepat sebelum waktu alamiahnya.
Masalahnya jika hal ini sudah terlanjur terjadi apa yg perlu kita lakukan?
Langkah pertama tentu saja sy menganjurkan para orang tua sedapat mungkin memilihkan makanan yg lebih alami tanpa hormon pertumbuhan semisal ayah kalau bisa ayam kampung. Dan yg jauh lebih penting adalah menghindari anak dari melihat tontonan atau tayangan yg memicu pertumbuhan hormon2 seksual anak sebelum waktunya.
Sebenarnya seks sendiri adalah sesuatu yg netral, Ia akan menjadi cenderung negatif manakala hadir tidak pada tempatnya dan belum waktunya,
Sesungguhnya jika kita mau Seks itu bisa kita arahkan responsenya menjadi Sains biologi yg menjadi bagian kerja otak kiri anak, misalnya dengan mengarahkan penjelasan ke arah sistem reproduksi yg terdapat pada hewan dan tumbuhan. Sementara Seks akan mengarah pada pornografi jika yg ditampilkan adalah bentuk2 visual imaginasi dan erotisme (yg menjadi bagian dari fungsi otak kanan anak).
Untuk anak-anak usia dini akan jauh lebih baik jika pembicaraan seputar seks dan hubungan lawan jenis di arahkan pada Sains Biologi dan kedokteran Ketimbang pada visualisasi imaJinasi, hanya sayangnya tayangan televisi kita malah melakukan sebaliknya dan kita kita tidak kuasa untuk mencegahnya, kecuali mengganti kabel antena tv dengan dvd yang film-filmya bisa kita pilihkan yang lebih mengedukasi anak kita.
Ketika anak sudah terlanjur melihat dan bertanya seputar ketertarikan lawan jenis dan aktivitas seksual sebaiknya tidak perlu panik dan ditutup-tutupi, sedapat mungkin kita mengarahkan penjelasan kita pada sisi sains dari organ sex dan hubungan sex misalnya dengan menjelaskan proses reproduksi, kemudian sedapat mungkin mengajak anak untuk mengeksplorasi aktivitas reproduksi misalnya pada serangga, pada beberapa jenis ikan, berbagai macam tumbuhan dan sebagainya agar setiap ia melihat aktivitas seksual ia terbiasa untuk melihatnya sebagai sebuah aktivitas sains biologi yg alami.
Selain itu kita juga bisa menambahkan penjelasan tentang efek2 penyakit yg ditimbulkan akibat aktivitas sexual yg tidak sehat berikut contoh2 gambar yg kita ambilkan dari buku2 sains kedokteran. Jika ini yg lebih sering kita lakukan pada anak maka otak kiri anaklah yg akan jauh lebih dominan bekerja manakala datang pengaruh dari luar yang berbau pornografi dan seksual. Dan sebagai penutupnya kita kaitkan dengan etika moral dan nilai-nilai yang di ajarkan oleh agama kita masing-masing.
Cara inilah yg juga kami terapkan di sekolah kami dan pada orang tua yg menyekolahkan anaknya disana, karena proses ini perlu kekompakan antara orang tua dan pihak guru di sekolahnya untuk membentengi anak kita dari fenomena bahaya seks matang dini yg saat ini marak terjadi dimana-mana.
Untuk bisa mendapatkan info dan belajar lebih lengkap kita bisa mengikuti seminarnya yang akan di adakan di Yogya pada tanggal 13 Desember 2014
Info pendaftaran bisa di lihat pada brosur di bawah ini,
Semoga bermanfaat.
-ayah edy-
www.ayahkita.com

Jumat, 10 Februari 2012

Anak main Dokter dokteran Menjurus ke Perilaku Seks


img
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta, Hingga usia tertentu, anak main dokter-dokteran dengan teman sebaya yang berbeda jenis kelamin masih bisa dianggap normal. Namun pada usia tertentu, perilaku ini harus diwaspadai dan jika perlu diarahkan untuk memilih permainan lain.

Dalam buku berjudul Is this Normal? Understanding Your Child's Sexual Behaviour, Holly Brennan dan Judy Graham menilai perilaku seks anak dikatakan normal jika didasari oleh sikap spontan dan rasa penasaran. Salah satunya untuk melihat dan menyentuh bagian sensitif lawan jenis.

Salah satu contohnya adalah main dokter-dokteran, yakni saling memeriksa tubuh atau secara teknis bisa disebut saling meraba. Dicontohkan juga, perilaku yang terang-terangan saling melihat alat kelamin juga masih bisa dikatakan normal hingga usia sekitar 5 tahun.

Namun pada anak-anak yang lebih tua dari itu, perilaku saling meraba atau melihat alat kelamin perlu diwaspadai atau bahkan dianggap tidak normal. Pada usia tersebut, perilaku ini tidak lagi spontan karena anak-anak tersebut sudah mendekati masa puber.

Dalam buku tersebut, batasan-batasan perilaku seks pada anak yang dianggap normal dan tidak normal digambarkan seperti lampu lalu lintas. Kategori lampu hijau berarti normal, kuning berarti perlu diwaspadai sedangkan merah butuh intervensi atau bimbingan.

Faktor usia menentukan apakah perilaku seksual anak masuk kategori normal atau tidak normal. Misalnya saling melihat atau memegang alat kelamin dikategorikan sebagai lampu hijau pada anak usia 2-5 tahun, namun jika ada anak perempuan umur 7 tahun melihat laki-laki umur 13 tahun saling raba dengan lawan jenis maka itu dikategorikan lampu merah.

"Kadang orangtua tidak tahu pasti, kapan harus dan kapan tidak harus mengkhawatirkan perilaku seks anak-anaknya. Anak bisa salah, tapi orangtua tidak boleh malu bicara tentang seks untuk membantu mereka tumbuh di lingkungan yang sehat," kata Brennan seperti dikutip dari Brisbanetimes, Selasa (7/2/2012).

Kamis, 19 Januari 2012

Jika Anak Terlanjur Melihat Situs Porno!!! Bagaimana Ya???


REPUBLIKA.CO.ID, Sundari gundah. Dia baru saja memergoki buah hatinya yang baru duduk di kelas VI SD melihat situs porno. Dia pun kebingungan harus bereaksi. Bila marah, dia khawatir anaknya bakal ketakutan. Jika biasa saja, Sundary juga risau akan dampak buruk yang mungkin muncul.
Anda pernah mengalami situasi serupa? Psikolog Elly Risman Musa, dalam satu konsultasi beberapa waktu lalu, menyatakan, anak yang sempat melihat situs porno bisa dipastikan tetap menyimpan pengalaman itu dalam benaknya.
Memori ini dapat sesekali muncul pada waktu dia sedang tidak sibuk. Yang harus Ibu lakukan adalah menanyakan apa perasaan anak. Beri kesempatan padanya untuk mengeluarkan perasaan yang muncul pada saat dia melihat gambar di situs porno itu.
Jika ia bingung, orang tua harus menguncinya dengan pesan-pesan moral agar anak mengetahui bahwa melihat gambar porno dilarang Tuhan. Pengaruh pada perkembangan yang mungkin muncul adalah jejak ingatan gambar-gambar yang dapat muncul kapan saja. Namun, jika dia tidak mencoba mengulangi lagi  dan sang ibu memberi kesibukan yang akan mengembangkan potensi-potensinya jejak itu akan tersimpan dan tidak memengaruhi tingkah lakunya.
Elly juga meminta agar orang tua tetap memperhatikan jika anak-anak bermain dengan temannya. Dampingi anak-anak yang sedang membuka komputer dan proteksi komputer orang tua agar anak terlindung dari pengalaman melihat gambar-gambar porno. Jaga terus komunikasi agar anak tidak takut menyampaikan apa yang dirasakan dan dialaminya pada masa yang akan datang. ''Semoga Allah melindungi anak-anak kita,'' ujar Elly.
Kunjungi website artikel motivasi DISINI
Tempatnya gadget unik dan murah ada DI SINI