Sabtu, 30 Agustus 2014

DUNIA ANAK ADALAH BERMAIN

Pertanyaan bpk ANH:
Apa dengan tidak mengajarkan ke anak (Calistung) di usia emas nya itu berarti memanjakankan anak yang memiliki kemampuan akademisnya…..
Kita khan bisa menyelipkan huruf2 ato angka2 dalam proses bermain anak. Kalau mereka mampu kenapa tidak diteruskan (kemampuan otak anak juga berbeda-beda ada yang mudah nangkap dan ingatannya tajam dan ada juga yang tidak khan Bu…..)
Jawaban:
Jd begini Pak, kami menyadari bahwa mayoritas orang Indonesia itu tdk memahami perkembangan otak anak, hal itu mengakibatkan para ortu salah mengasuh dan para guru salah mendidik. Dan apa akibatnya dr salah2 itu?
Kita bisa lihat orang tua yg seharusnya sdh dewasa bertingkah spt anak2. Banyak. Contoh gampangnya anggota DPR kita yth. Tingkahnya persis anak TK. Kerja nggak bener tp minta imbalan lebih, nggak dikasih ma rakyat tp malah ngelunjak.
Contoh ke-2, kita lebih banyak mencetak insan2 bermental pegawai bukan visioner, bukan pakar/ahli dibidang masing2, bukan orang2 yg bermental pengusaha pembuka lowongan kerja. Rakyat Indonesia tdk suka mengambil resiko kegagalan, pilih jd pegawai krn tenang mendapat gaji bulanan tp ketika di PHK kelabakan nggak punya keterampilan.
Contoh ke-3, kita terbiasa mengapresiasi rangking teratas (5/10 besar), nilai sempurna (80-100) kita jarang mengapresiasi kerja keras mereka dalam belajar. Padahal ada anak yg sudah belajar mati2an tapi mereka tetep gak dpt nilai bagus gak dapet rangking krn kemampuan mereka tdk sama dan bakat mereka pun beda2. Akibatnya? ketika UN sekolah melakukan kecurangan diamini oleh ortu (sdh terjadi bukan?) Kalau anak2 kita terbiasa dihargai kerja kerasnya bukan angka atau nilainya semata, mereka pasti menolak disuruh curang, karena mereka PD dengan hasil usaha belajarnya sendiri, tapi nyatanya…buanyakkk anak2 itu yg melaksanakan perintah memalukan itu. Dan kita sekarang pun memiliki pahlawan cilik kejujuran segala.
Para ahli otak di dunia termasuk di Indonesia semacam Indonesian Neuroscience Society sdh lama melakukan penelitian bahwa: otak anak2 itu belum berkembang sempurna(matang) hingga dia berusia 20-25th! stlh sempurna baru mereka dianggap yg namanya “Dewasa”. Bayangkan!
Otak kita dibagi 3: batang otak (diatas leher), limbik (kepala bg belakang), dan pre frontal cortex/PFC (kepala bag depan/di jidat). Perkembangan ketiganya itu pun sesuai dng urutan diatas. Jd PFC itulah yg terakhir berkembang dng sempurna dan yg menandakan seseorang mjd dewasa.
Kita pasti sdh familiar dengan kisah Rosulallah yg ketika mengimami sholat beliau sujudnya lamaaaa sekali. Lalu para sahabat bertanya: “kenapa lama? apakah Rosulallah sedang menerima wahyu dr Allah SWT?” Rosul menjawab:”tidak, cucuku tadi menaiki punggungku”. Jd beliau menunggu sampai cucunya turun dr punggungnya. Beliau tdk memberi isyarat pd cucunya unt turun. Tak spt kita, kalau kita paling dicubit itu anak hahaha.. benar bukan?
Apa yg kita petik dr kisah diatas? Rosul lebih mementingkan/mendahulukan cucunya yg sedang bermain2 ketimbang ibadahnya! Subhanallah…!
Dan apa hubungan kisah diatas dengan perkembangan otak?
Sambungan otak anak2 itu belum sempurna, otak mereka baru siap menerima hal2 kognitif pada usia 7-8 th. Sebelum usia itu, dunia mereka yg pantas adalah hanya bermain, bermain dan bermain. Dan mereka PUN tidak boleh DIMARAHI. Allahuakbar! Sebelum ada ahli otak yg meneliti, Rosulallah sudah menerapkan hal itu pada cucunya!
Lalu apa akibatnya kalau masa2 usia bermain mereka direnggut untuk belajar hal2 yg kognitif? –> Dewasanya kelak mereka bertingkah spt anak kecil: suka mengurung burung demi kesenangannya sendiri, sakit2an karena ingin diperhatikan orang2 sekitarnya, spt anggota DPR yg saya tuliskan di atas, korupsi demi kepentingan diri sendiri/keluarga/golongan dan tdk merasa bersalah malah ngeles terus di pengadilan, dannn sikap kekanak2an lainnya
Kalau kita ingin membuktikannya, ada ciri2 yang mudah kita lihat bahwa perkembangan otak anak2 belum siap untuk menerima hal2 kognitif :
(1) ketika kita membacakannya sebuah cerita/dongeng mereka akan meminta kita mengulanginya lagi, lagi dan lagi. Kita yg tua sampai bosen tp dia tak pernah bosen mendengar cerita kesukaannya itu diulang2 berkali-kali berhari-hari.
(2) mereka yg antusias belajar membaca lalu bisa, tapi mereka tidak paham dengan apa yg mereka baca.
Silahkan dipraktikkan.
Kalau mereka hari ini minta dibacakan cerita A besok minta cerita B besoknya lagi C esok lagi D dan kalau mereka sdh paham dengan apa yg dibacakan, artinya otak mereka sdh siap menerima hal2 yg kognitif.
Lalu apa yg seharusnya kita ajarkan pada mereka (0-7/8th)?
1. JANGAN DIMARAHI
2. TIDAK DIAJARKAN MEMBACA, MENULIS, MENGHITUNG.
3. Bermain role play; memahami bahasa tubuh, suara dan wajah; berbagi hal yg memberikan pengalaman emosional, field trip, mendengarkan musik, mendengarkan dongeng,
4. Bahkan, anak usia 0-12th pengasuhan dan pendidikannya ditujukan untuk membangun emosi yg tepat, empati, (mood & feeling)

Jadi, aturan pemerintah tentang usia masuk SD harus minimal 7th itu bukan tanpa alasan.
Tentu boleh2 saja menyelipkan angka dan huruf, tapi tidak belajar membaca dan menulis dan menghitung.
Mudah nangkep & ingatannya tajam atau tidak bukanlah ukurannya.
Bagaimana dengan tidak mengajarkan anak calistung diusia emas diartikan kita memanjakan anak? wong dia belum bisa mikir itu sudah waktunya dipelajari atau belum :) Usia emas itu jualannya susu Formula Pak.. :) Usia emas semestinya kita artikan sebagai masa2 tumbuh kembang anak yg paling pas untuk kita tanamkan budi pekerti dan akhlak yg mulia.
Slogan TK: bermain sambil belajar, belajar seraya bemain JANGAN diartikan dng BELAJAR calistung.
Para peneliti otak diseluruh dunia sepakat bahwa PFC seorang anak belum siap untuk dijejalkan hal2 yg kognitif. Apa akibat dr pemaksaan terhadap hal2 kognitif?
- membuat anak tidak mampu menunjukkan emosi yg tepat.
- kendali emosi (intra personalnya terganggu)
- sulit menunjukkan empati.
Sudah banyak ortu yg mengeluhkan: anak2nya ketika masih usia dini sangat antuasias belajar CALISTUNG lalu ortunya merespon dengan memberikan porsi lebih banyak entah mengajari sendiri secara intensif atau memasukkannya ke les2 calistung daaannnn ujung2nya datang pada satu masa anak2 itu bosan lalu akhirnya mogok belajar mogok sekolah. mereka menjadi malas. Itu terjadi karena otaknya yg terforsir sudah kelelahan. Bahkan ada yg saat mau ujian malahan blank, nggak bisa mikir sama sekali.
Tenang, Pak… kita hanya perlu waktu 3 bulan untuk melatih seorang anak bisa metematika, namun diperlukan waktu lebih dari 15 tahun untuk bisa membuat seorang anak mampu berempati, peduli teman dan lingkungan serta memiliki karakter yang mulia untuk bisa menciptakan kehidupan yang lebih baik. Ini sudah terbukti.
Jadi sudah sangat jelas alasan saya tidak setuju dengan diadakannya lomba calistung untuk anak TK dan sederajat di Madrasah kita. ahh belum lagi efek kejiwaan yg dihasilkan pd anak2 itu karena mengikuti lomba2 terlalu dini apalagi calistung. Sudah terlalu panjang, kapan2 Insyallah saya tulis jg disini.
Wassalam.

*Pengetahuan yg saya tulis diatas saya dapatkan (sarikan) dari hasil mengikuti seminar2 parenting ibu Elly Risman, Psi dan talkshow2 serta tulisan2 Ayah Edy.
*Ini saya lampirkan Surat Edaran Dirjen Mandikdasmen tentang larangan Calistung pada PAUD dan larangan ujian/tes untuk masuk SD. Silahkan di download. Bisa ditunjukkan pada sekolah yg memberlakukan syarat tes calistung untuk masuk SD dan sederajat.
sumber : http://yani.widianto.com/2012/03/13/mengapa-anak-tk-tak-boleh-diajari-calistung/

Sabtu, 27 April 2013

Nama - nama Yang dilarang Dalam Islam

Nama - nama Yang dilarang Dalam Islam

Bismillahirrahmanirrahim..

[Gabungan Nama]

Memang ramai yang suka menggabungkan nama suami dan isteri tetapi adakah ia menghasilkan makna yang baik? Ketahuilah nama juga merupakan gambaran bagi sifat, gaya hidup dan pemikiran kedua ibu bapa seseorang.

Nama seperti Rozana, Suzana atau yang menggunakan nama ‘zana’, bunyinya sedap sekali tapi maknanya ‘berzina’ atau pun nama ‘wati’ yang bererti ‘bersetubuh’. Jadi elakkanlah menggunakan nama-nama tersebut.

Di dalam perawatan Islam juga terdapat beberapa nama yang sebaiknya dielakkan untuk diberikan kepada putera-puteri anda kerana maknanya yang tidak elok, buruk dan boleh mendatangkan masalah di kemudian hari. Hindarilah agar tidak bertembung dengan nama-nama jin. Contohnya;

1. Balqis – ketua jin

2. Qistina/Kistina – penghulu jin

3. Najwa – bisikan

4. Zaqwan/Zaquan – anak jin

5. Haikal/Haiqal – tengkorak

6. Badrisha/Badlisha/Herisha

Anak-anak ini bermungkinan akan menimbulkan banyak masalah, seperti sering sakit, berpenyakit ‘berat’ dan kronik, degil, kerap menangis, memberontak, hiperaktif dan sebagainya.

________________________________________________________________

[Nama-Nama Yang Dilarang Dalam Islam]

Berikut adalah sebahagian daripada nama-nama lain dalam Islam yang harus dielakkan dan dihindari bagi menamakan bayi anda:

A
Abiqah Hamba yang lari dari tuannya
Abkam Tidak celik, buta
Afinah Yang bodoh
Amah Hamba suruhan perempuan
Asiah Wanita yang derhaka
Asyar Paling jahat
Asyirah Yang tidak bersyukur atas nikmat
Aznie Aku berzina
B
Baghiah Yang zalim, jahat
Bahimah Binatang
Bakiah Yang menangis, merengek
Balidah Yang bodoh, bebal
Baqarah Lembu Betina
Batilah Yang batil, tidak benar
D
Dabbah Binatang
Dahisyah Goncang, stress
Dahriyah Yang mempercayai alam wujud dengan sendirinya
Dami’ah Yang mengalir air matanya
Daniyah Yang lemah dan hina
Darakah Kedudukan yang rendah
F
Faji’ah Kecelakaan
Fajirah Yang jahat, yang berdosa
Fasidah Yang rosak, yang binasa
Fasiqah Yang jahat, si fasik
Fasyilah Gagal, kalah
G
Ghafilah Yang lalai, yang leka
Ghaibah Hilang
Ghailah Kecelakaan, bencana
Ghamitah Yang tidak mensyukuri nikmat
Ghasibah Perampas, perompak
Ghawiah Yang sesat, yang mengikut hawa nafsu
H
Haqidah Yang dengki
Hasidah Yang hasad
Hazinah Yang sedih
Huzn Kesedihan
J
Jafiah Yang tidak suka berkawan
Jariah Hamba suruhan perempuan
K
Kafirah Yang kafir, yang ingkar
Kaibah Yang sedih
Kamidah Yang hiba, yang sangat berduka
Kazibah Pendusta, pembohong
Khabithah Yang jahat, yang keji
Khali’ah Yang tidak segan silu, mengikut hawa nafsu
Khamrah Arak
Khasirah Yang rugi
Khati’ah Yang bersalah, yang berdosa
L
Laghiah Sia-sia, tidak berfaedah
Lahab Bara api
Lahifah Yang sedih, menyesal dan dizalimi
La’imah Yang tercela
Lainah Yang terkutuk
M
Majinah Yang bergurau senda tanpa perasaan malu
Majusiah Agama menyembah api atau matahari
Maridah Yang menderhaka
Munafikah Yang munafik
Musibah Celaka, bencana, kemalangan
N
Najisah Yang najis dan kotor
Nariah Api
Nasyizah Yang menderhaka dan melawan suami
Q
Qabihah Yang buruk, hodoh
Qasitah Yang melampaui batasan dan menyeleweng dari kebenaran
Qatilah Pembunuh
Qazurah Kejahatan, perzinaan
R
Rajimah Yang direjam, yang dilaknat
Razani Kepala zakar lelaki
Razi’ah Kecelakaan, musibah
Razilah Yang keji dan hina
S
Safih Insan Manusia bodoh
Safilah Yang rendah dan hina
Sahiah Yang pelupa
Sharrul / Sharru Jahat
Sakirah Pemabuk
Sakitah Yang jatuh, yang hina, yang jahat
Syafihah Yang bodoh
Syani’ah Yang buruk
Syaqiyah Yang menderita
Syaridah Yang diusir
Syariqah Pencuri
Syarisah Yang buruk akhlak
Syarrul Bariyyah Sejahat-jahat manusia
Syatimah Maki hamun
T
Tafihah Karut
Talifah Yang rosak, yang binasa
Talihah Yang tidak baik
Tarbiyah Yang papa kedana
Tarikah Anak dara tua
W
Wahiah Yang lemah, yang jatuh, yang buruk
Wahimah Yang lemah
Wahinah Penakut
Wailah Bencana, keburukan
Wajilah Penakut
Waqi’ah Pertempuran dalam peperangan, umpatan
Waqihah Yang kurang sopan dan malu
Wasikhah Yang kotor
Wasyiah Yang mengumpat, yang mengadu dombakan orang
Wati/Waty Nama Hindu/tiada makna
Wathy / Wathi Bersetubuh
Y
Yabisah Yang kering, yang sedikit kebaikannya
Yaisah Yang berputus asa
Z
Zalijah Kebinasaan
Zalilah Yang hina
Zalimah Yang zalim
Zaniyah Penzina, pelacur
Zufafah Racun pembunuh

Video ulasan dari Ustaz Sharhan.
http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=T64-HDbb7MQ

Selasa, 23 April 2013

ANAK SHOLEH YANG MANDIRI

ANAK SHOLEH YANG MANDIRI

Kalo anak-anak kita terbiasa hidup enak, nyaman, serba kecukupan, serba mudah dan serba dilayani seringkali membentuk kepribadian yang manja, kurang mau berusaha, mudah putus asa, dan kurang tangguh dalam menghadapi kehidupan. Belum lagi kini banyak tontonan yang tidak bermutu apalagi mendidik, banyak mengambil tema horor, hantu-hantuan, tanpa disadari bisa membuat anak menjadi berjiwa penakut bahkan yang lebih parah lagi ketakutan itu bukanlah kepada Allah, tetapi kepada makhluk

Yang balita mungkin banyak yang masih takut masuk kelas, takut berpisah dari ibunya, menangis karena dinakali oleh temannya dan lain-lain. Anak yang lebih besar barangkali menghadapai masalah takut kepada kakak kelas yang galak saat Masa Orientasi Sekolah, takut karena belum memiliki teman, cemas karena menghadapi situasi yang baru yang bukan tidak mungkin sangat berbeda dari sekolah sebelumnya.

Bunda, amatlah penting untuk mengenalkan Allah sejak dini kepada putra-putri kita, dan memberikan pemahaman bahwa hanya Allah sajalah yang pantas kita takuti sekaligus juga hanya Allah sajalah tempat kita meminta apapun, termasuk juga pertolongan.

Ibnu Abbas r.a. meriwayatkan bahwa pernah suatu hari ia naik di belakang Rasulullah saw. lalu beliau berkata kepadanya :

Anakku, aku ingin mengajarimu beberapa kalimat. Jagalah Allah, maka dia akan menjagamu. Jagalah Allah, maka kamu akan mendapatkanNya berada di depanmu. Jika kamu meminta, maka mintalah kepada Allah. Jika kamu meminta pertolongan, maka mintalah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah bahwa jika seandainya umat bersepakat untuk memberi manfaat kepadamu maka mereka tidak akan mampu memberikan manfaat kecuali yang telah ditetapkan Allah SWT untukmu. Dan jika seandainya mereka bersepakat untuk mencelakakan kamu, maka mereka tidak akan mampu mencelakakan kamu kecuali jika hal itu memang telah ditetapkan olehNya. Pena telah diangkat ( ungkapan yang berarti bahwa semua ketentuan telah dituliskan sebelum penciptaan ) dan lembaran buku telah kering ( Ungkapan bahwa penulisan takdir telah usai)
( Hadits ke sembilan belas dari hadits Arba?iin an Nawawiyyah)

Sabtu, 13 April 2013

Hamil Setelah Melahirkan, Kok Bisa?

Hamil Setelah Melahirkan, Kok Bisa?

Beberapa orang kemudian hamil lagi padahal baru saja beberapa bulan melahirkan. Jangan kaget ya, Bun, hal ini bukan hal yang aneh dan sangat normal terjadi.

Pasca melahirkan, pada umumnya wanita akan mengeluarkan darah layaknya sedang haid, yang lebih dikenal dengan masa nifas. Sebenarnya pada masa ini yang terjadi adalah pembersihan dinding rahim yang mengeluarkan jaringan sisa-sisa plasenta. Masa nifas ini berlangsung kurang lebih 6 minggu atau 40 hari lamanya. Namun, kita perlu tetap berhati-hati karena walaupun kita dalam masa nifas, bukan berarti kita tidak subur.

Kemudian kapan wanita masuk dalam masa suburnya lagi?

Pada umumnya, mereka yang memberikan ASI eksklusif mengalami menstruasi lagi sekurang-kurangnya 6 minggu setelah melahirkan, dan adapula yang mengalaminya setelah 8-10 minggu. Nah, bila dihitung, sebulan setelah melahirkan, Anda sudah masuk pada masa subur.

Apakah masa subur ini akan datang teratur?

Tentu saja, tetapi khususnya bagi Anda yang memberi ASI eksklusif pada bayi, masa subur akan datang teratur setelah 12-18 bulan. Hal ini dipengaruhi oleh adaptasi tubuh setelah melahirkan, yang tak bisa berubah cepat saat itu juga.

Nah, kok bisa setelah melahirkan hamil lagi?

Karena menstruasi dialami setidaknya 6 minggu setelah melahirkan, memang ada kemungkinan wanita hamil lagi setelah melakukan hubungan intim (pasca melahirkan). Masa subur pada umumnya terhitung 14 hari sebelum menstruasi hari pertama. Jadi apabila Anda ingin mencegah kehamilan pasca melahirkan, lebih baik menggunakan alat kontrasepsi pada masa subur saat berhubungan intim dengan suami, terutama 21 hari setelah melahirkan.

Senin, 04 Maret 2013

NASEHAT UNTUK IBU & AYAH

NASEHAT UNTUK IBU & AYAH

Anakmu suka berdusta ; anda terlalu ketat mengevaluasi perbuatannya.

Anakmu tidak punya rasa percaya diri ; anda tidak memberikan dorongan kepadanya.

Anakmu lemah dalam bicara ; anda jarang mengajaknya berdialog.

Anakmu mencuri ; anda tidak membiasakannya untuk memberi dan berkorban.

Anakmu pengecut ; anda terlalu memberikan pembelaan kepadanya.

Anakmu tidak menghormati orang lain ; anda tidak bicara dengan kelembutan kepadanya.

Anakmu selalu marah-marah ; anda tidak memberikan pujian kepadanya.

Anakmu pelit ; anda tidak menyertakannya dalam berbuat.

Anakmu suka jahat kepada orang lain ; anda kasar kepadanya.

Anakmu lemah ; anda menggunakan ancaman dalam mendidiknya.

Anakmu cemburu ; anda mencuekkannya.

Anakmu mengganggumu ; anda tidak mencium atau mendekapnya.

Anakmu tidak mau patuh kepadamu ; anda terlalu banyak permintaan.

Anakmu cemberut ; anda sibuk terus.

Anakmu adalah amanah yang harus dirawat dan dididik dengan baik.

(DR. Thariq al Habib)

Kamis, 28 Februari 2013

Mengapa Balita Senang Menguji Kesabaran Orangtuanya?

Mengapa Balita Senang Menguji Kesabaran Orangtuanya?

Mengapa Balita Senang Menguji Kesabaran Orangtuanya?

 Masa kanak-kanak adalah salah satu masa untuk belajar dan mengenal hal-hal yang terjadi di sekitar mereka. Namun terkadang, sulit sekali untuk mengajarkan anak-anak apa yang boleh dan tidak boleh mereka lakukan. Mereka seringkali bersikap melawan dan sulit untuk diajak bekerjasama.
Jika dilarang untuk melakukan sesuatu, anak -anak biasanya akan tetap melakukannya atau bersikap tidak patuh. Apa yang menyebabkan mereka tidak patuh dan sering mentes kesabaran orangtuanya? Bagaimana agar sang buah hati mau mendengarkan Anda?

Berikut adalah cara-cara untuk mengatasi anak yang bengal menurut psikolog perkembangan anak, Sussane Ayers Denham seperti dikutip dari baby centre:
  1. Buah hati Anda tidak bermaksud membangkang ataupun melawan apa yang Anda sampaikan.
    Si kecil biasanya hanya mengetes orangtuanya, namun bukan dalam konotasi yang negatif. Anak hanya berusaha untuk menyesuaikan diri dengan tata cara dan peraturan yang terdapat dalam keluarganya, mereka masih dalam tahap transisi dan membutuhkan orangtua yang dapat mengajarkan dan memberi contoh kepada mereka. Hal ini mereka lakukan agar dapat terus menjalankan perintah tersebut ada ataupun tidaknya sosok orangtua di sekeliling mereka. Dalam proses tersebut, Anda harus mengajarkan kepadanya mengapa peraturan itu harus dilakukan dan apa manfaat peraturan tersebut untuknya. Hal ini tidak akan berjalan dengan mudah dan tentu saja harus diawasi dengan baik agar berjalan dengan sempurna.
  2. Anak tidak mau mengalah begitu saja terhadap orang tuanya.
    Poin kedua ini terjadi karena menurut mereka, mendengarkan dan mengikuti begitu saja keinginan orangtua berarti mereka kalah dalam persaingan tersebut. Jadi memang sebagai orangtua, Anda harus banyak bersabar ketika menghadapi perlakuan anak yang suka melawan atau tidak menurut.
  3. Balita cenderung ingin tahu seberapa jauh batasan larangan ataupun perintah Anda.
    Mereka ingin mengetahui seberapa jauh larangan yang Anda berikan kepadanya. Apakah jika mereka makan sambil menonton televisi akan langsung mendapatkan hukuman dari orangtuanya, atau hanya jika mereka tidak menghabiskan makanan apabila mereka makin sambil menonton televisi. Mereka hanya ingin tahu dan menginginkan jawaban dan batasan yang jelas dari perintah Anda.
  4. Anak menginginkan bimbingan dari orang tuanya sepanjang waktu.
    Balita ingin agar orangtua mereka selalu membimbing dan menemani mereka setiap waktu. Menghabiskan waktu dan mengerjakan hal-hal bersama orangtuanya serta mendapatkan pelajaran yang berharga setiap saat dalam hidupnya, sebenarnya disukainya.
Jadi, sebenarnya yang mereka lakukan bukanlah untuk membangkang dan melawan perintah Anda. Menurut anak-anak lebih baik mengetes dan mengetahui apa yang diinginkan orangtuanya ketimbang berbohong dan melakukan larangan tersebut di belakang Anda. Daripada kecewa akan ketidaktaatannya, lebih baih jika Anda mengatasinya dengan pola pikir yang berbeda.
Buatlah batasan yang jelas dalam larangan Anda dan atasi situasi tersebut dengan mencegah tindakan-tindakan pembangkangan mereka. Contohnya, jika Anda tidak menginginkan ia memainkan koleksi kristal kesayangan Anda, maka letakkanlah koleksi kristal tersebut pada lemari yang jauh dari jangkauannya dan jangan lupa untuk mengunci lemari tersebut. Begitu juga dengan buku-buku koleksi kesayangan Anda, daripada terus menerus mengatakan hal yang sama agar mereka tidak memainkan buku tersebut, pindahkan saja buku-buku tersebut ke bagian lemari yang lebih tinggi yang berada jauh dari jangkauan mereka.
Belajarlah untuk mengurangi pertengkaran yang tidak perlu dengan sang buah hati, dan tingkatkan selera humor Anda. Karena dalam melakukan aksi melawan orangtuanya, anak-anak sering bertingkah konyol namun terampil untuk mengelabui Anda.

Redaktur: Tata Rifa
Sumber: wolipop

Selasa, 26 Februari 2013

Kenali gejala tersembunyi kanker ovarium

Kenali gejala tersembunyi kanker ovarium

Kanker ovarium adalah penyakit berbahaya yang seringkali mengejutkan wanita. Hampir sama dengan kanker payudara, kanker ovarium juga bisa disebut sebagai 'silent killer', yaitu penyakit yang membunuh secara diam-diam. Untuk memastikan agar diri Anda selamat dari kanker ovarium, pastikan untuk mengenali gejala tersembunyinya.

Dr Shruti Bathia dari Action Cancer Hospital, New Delhi, menjabarkan beberapa gejala tersembunyi kanker ovarium, seperti dilansir oleh Health Me Up (22/02).

1. Tekanan atau rasa sakit yang terus-menerus pada bagian perut, pelvis, punggung, atau kaki.

2. Perut yang membengkak atau terasa kembung terus-menerus.

3. Kesulitan makan atau susah merasa kenyang.

4. Mual, muntah, kelainan pencernaan, rasa kembung, serta mengalami konstipasi.

5. Merasa sering kecapekan setiap waktu.

6. Kebiasaan pencernaan yang berubah, bisa jadi pola makan, buang air besar, dan sebagainya.

7. Berat badan yang turun atau naik secara drastis, tanpa alasan.

8. Napas yang semakin pendek.

9. Lebih sering buang air kecil.

10. Pendarahan pada vagina yang tak biasa, misalkan ketika menstruasi, atau menopause.

Jangan takut jika Anda merasa perut tiba-tiba bermasalah. Bisa jadi itu masalah lambung. Namun jika semakin banyak gejala di atas yang Anda alami, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.
(merdeka/25/2/13)